Minggu, 26 Agustus 2012

Sesepuh PKS: Inilah Gaya Hidup Munafik Elit PKS

Mashadi | Al-Khilafah
Sekarang ini, elit PKS memuja kenikmatan dunia.

Kritik keras dilontarkan sesepuh Partai Keadilan Sejahtera (PKS) terhadap kader-kader PKS yang sudah diberi amanah kekuasaan. Banyak elit PKS tiba-tiba gaya hidupnya berubah sesudah jadi anggota DPR atau menteri, atau jabatan-jabatan lainnya.

Mashadi, sesepuh PKS yang dikenal berperilaku zuhud di tengah kota Jakarta yang sibuk mencari uang, mengkritik gaya hidup elit PKS, seperti Anis Matta.

Kata Mashadi, Anis Matta didepan kader-kadernya yang militan, dia bicara nilai-nilai Islam yang sifatnya ideal. “Tapi justeru dalam bermuamalah jauh dari prinsip dan nilai Islam,” ujar Mashadi kepada itoday Selasa (28/2).

Soal jam tangan Rolex milik Anis Matta, Mashadi mengatakan hal itu tidak aneh. “Itu sudah menjadi sikap kolektif PKS pemujaan terhadap harta, kemewahan sudah menjadi sikap. Anis Matta membangun rumah di Utan Kayu tingkat tiga itu, tidak masuk akal. Kalau memiliki akal sehat tidak berbuat seperti itu,“ kritiknya tajam.

Mungkin karena sebal dengan perilaku elit PKS yang munafik itu, Mashadi malas berkomunikasi dengan para yuniornya.

“Saya sudah lama tidak berkomunikasi dengan elit PKS. Sekarang ini, elit PKS memuja kenikmatan dunia,” kata Mashadi yang ketika jadi anggota DPR biasa ngantor dengan menaiki sepeda motor buntutnya. Ia tidak merasa risih memarkir motornya di sela-sela mobil-mobil mewah para anggota DPR lainnya.

Ketika ditanya bagaimana dengan gaya hidup mantan Presiden PKS Hidayat Nur Wahid? “Podo wae (sama saja-red),” jawab Mashadi singkat. 















Redaktur: Yudi Dwi Ardian
Sumber: Al-Khilafah

10 komentar:

  1. PKS sudah usang dan bakal ditinggal simpatisannya. Apalagi yang namanya LDK (Lembaga Dakwah Kampus) di berbagai perguruan tinggi sebagai akar grass root binaan PKS. Podo Wae alias Munafik. Bicara agama dan sok alim tapi kenyataannya bajingan.

    BalasHapus
  2. Saya sampai apresiasi kepada Pak Mashadi yang demi cintanya kepada PKS melakukan kritik membangun kepada para elit PKS. Semoga berdampak positif.

    BalasHapus
  3. hati-hati mas anonim kalo ngomong munafik, kalao nggak benar, balik ke anda sendiri lho

    BalasHapus
  4. mari pilih foke nara

    BalasHapus
  5. Saya bukan simpatisan apalagi kader PKS. Saya akui terdapat kesalahan-kesalahan pada Partai ini. Tetapi sang "pembuat berita" hendaknya tidak bersikap dzalim terhadap yang diberitakannya hanya agar berita tersebut bombastis. Label "munafik" itu terlalu "ekstrim". Bukankah munafik itu membuat seseorang kekal di neraka. Kita mengetahui ciri-ciri munafik, tetapi tidak bisa kita menjustifikasi apakah seseorang benar-benar munafik atau tidak. Karena itu terkait "perbuatan hati". Pada zaman Rasul saja, orang2 munafik itu diketahui karena Allah memberi tahu Rasul. Terlena dalam dunia, tentu saja salah. Tetapi menjatuhkan vonis munafik tentunya berlebihan kalau seperti itu maka kita akan melihat sedikit orang Indonesia saja yang layak tidak disebut munafik. Kalau membaca berita, Mashadi tidaklah menyebut elit-elit ini Munafik. Sebaiknya sang pembuat berita takut kepada siksa Allah. Lebih jauh, malu terhadap dirinya sendiri. Bagaimana mungkin ia mengkritisi orang lain sementara ia sendiri berbuat dzalim dalam menilai orang yang dianggapnya salah.

    BalasHapus
  6. Ini mah berita basi atuh...sekarang Ustadz Mashadi dah jadi kader PKS lagi...

    BalasHapus
  7. sudah menjadi hal yg biasa dlm pemberitaan SARANG JARANG SEKALI DITEMUKAN KEJUJURAN... SEMUANYA BERISI PROVOKASI, FITNAH, ADU DOMBA, KARENA ORIENTASI MEREKA PUN ADALAH UANG...!!!
    Hati-hati dlm menyebarkan informasi, bung!!!

    BalasHapus
  8. izhad fiddunya yuhibukallah, wazhad fiima indannasi yuhibbukaannaasu (Zuhudlah di dunia niscaya Engaku dicintai Allah, Dan zuhudlah thd apa yg ada pada manusia, maka engkau akan dicintai Manusia-Alhadist)

    kita rindu akan sosok tokoh yg zuhud ditengah zaman yg materialisme ini...kezuhudan adalah kunci kejayaan...Pejabat Publik Terheran-heran ketika menemui Sayyidina Umar Bin Khottob Ra,tertidur dibawah pohon dan tidak memiliki istana....

    apakah dgn kesahajaan itu hilang wibawa Umar? tidak, justru Izzahnya semakin kuat dan semakin dicintai oleh Ummat...bahkan setelah 14 Abad Berlalu masih lekat Kezuhudan itu dihati kita selaku ummat Islam....kita selalu mencintai umar...inilah rahasia Sabda Nabi Diatas....

    Ketika Umar bin khottob melihat pipi Rasulullah bergaris-garis karena tidur ditikar ppelepah pisang, maka Umar mengatakan: "Wahai Rasul Tidak pantas bagimu sebagai nabi yg mulia dan pemimpin dakwah ini tidur diatas tikar..?, rasul SAW menjawab Ringan: "Ya Umar apakah hubunganku dengan dunia ini?.."

    sahabat...Borok dan penyakit bangsa ini berawal dari gaya hidup hedonis dan materialis sehingga anak Bangsa ini, para pejabat publik menghalalkan segala cara karena diperbudak oleh gaya hidupnya sendiri....kasus -kasus KKN tidak akan pernah henti selama sumber masalahnya melekat pada diri mereka" Materialisme dan Hedonisme....sehingga jauh dari mereka sikap sence of Crisis yg sedang dialami Ummat....

    (yang aku takutkan bukanlah kemiskinan yg akan mehantui kalian, akan tetapi dunia yang menghampiri kalian..Alhadist)

    Demi Allah Bangsa ini tidak akan berubah jika para pejabat publiknya belum mampu bersikap zuhud thd dunia....Demi Allah PKS tidak akan berjaya dan semakin dtinggalkan kadernya..jika para qiyadahnya tidakmampu meperlihatkan Kezuhudan kepada Kadernya....dan Pejabat Publiknya mampu memperlihatkan dan menampilkan kezuhudan secara serentak dan masif (terus-menerus)

    Rasul Bersabda" (Laa Yasluh hazihil Ummah illa bima Soluha salafuhum)

    (Tidak akan baik ummat ini sebelum mereka menempuh dan melakukan apa yg membuat baik Pendahulunya-Alhadist Fiima Ma'nahu)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Komentar yang Membangun, terima kasih bapak.

      Hapus

Silahkan komentar membangun Anda disini !