Sabtu, 07 Juli 2012

Survey Terakhir: Jokowi Unggul di Pilkada DKI

Hasil survey INES
Hasil survey menjelang pemilihan gubenur dan wakil gubenur DKI Jakarta yang dilakukan oleh Indonesia Network Elections Survey (INES) pada 28 Juni – 4 Juli 2012, menyatakan pasangan Joko Widodo – Basuki Tjahya Purnama (Jokowi-Basuki) unggul dalam segala perolehan suara.
  
Hasil survey INES yang dirilis ke redaksi media massa pada Sabtu (7/7), menjelaskan bahwa sampel yang diambil sebanyak 10.000  orang warga DKI Jakarta yang memiliki hak pilih dengan metode multistage random sampling. 

Sampel berasal dari 82 Kelurahan dari seluruh Provinsi DKI Jakarta yang terdistribusi secara proporsional. Responden terpilih diwawancarai lewat tatap muka dengan toleransi kesalahan (margin of error) sebesar +/- 2.5% pada tingkat kepercayaan 98 persen. 

Hasil temuan survey menyatakan sebagai berikut :
1.    Sebagian besar warga merasa kondisi ekonomi rumah tangganya tidak ada perubahan selama dipimpin oleh Fauzi Wibowo 31,1% , yang mengatakan keadaan ekonomi buruk dan lebih buruh selama kepemimpinan Fauzi Bowo 32,4% dan yang mengatakan lebih baik dan jauh lebih baik hanya 35,4 % 

2.    Dalam Survey ditemukan bahwa hanya 16,7 % Warga DKI Jakarta yang menginginkan kembali DKI Jakarta dipimpin oleh Fauzi Wibowo dan 64,8 % Warga DKI Jakarta Tidak menginginkan DKI Jakarta Dipimpin oleh Fauzi Wibowo dan 18,5 % Abstain 

3.    Dalam survey jelang  pemilihan Gubenur dan Wakil Gubenur DKI Jakarta dalam survey didapati bahwa Masyarakat DKI Jakarta yang bersuku Jawa 43,7 % akan memilih pasangan Joko Widodo dan Basuki , sementara yang memilih Foke –Nara hanya 18,4% , Untuk Pasangan Hidayat –Didiek 10,1 % ,Pasangan Hendarji-Ahmad Riza 8,4% , Pasangan Faisal –Biem 7,5% dan Untuk Pasangan Alex Nurdin Nono 11,9%

4.    Dalam survey jelang  pemilihana Gubenur dan Wakil Gubenur DKI Jakarta dalam survey didapati bahwa Masyarakat DKI Jakarta yang bersuku Sunda  32,7 % akan memilih pasangan Joko Widodo dan Basuki , sementara yang memilih Foke –Nara hanya 28,5% , Untuk Pasangan Hidayat –Didiek 13,7 % ,Pasangan Hendarji-Ahmad Riza9,3% , Pasangan Faisal –Biem 6,4% dan Untuk Pasangan Alex Nurdin Nono 9,4%

5.    Dalam survey jelang  pemilihana Gubenur dan Wakil Gubenur DKI Jakarta dalam survey didapati bahwa Masyarakat DKI Jakarta yang bersuku Betawi  47,8 % akan memilih pasangan Joko Widodo dan Basuki , sementara yang memilih Foke –Nara hanya 19,7% , Untuk Pasangan Hidayat –Didiek 5,8 % ,Pasangan Hendarji-Ahmad Riza 9,6% , Pasangan Faisal –Biem 9,7% dan Untuk Pasangan Alex Nurdin Nono 7,2%

6.    Dalam survey jelang  pemilihana Gubenur dan Wakil Gubenur DKI Jakarta dalam survey didapati bahwa Masyarakat DKI Jakarta yang beragama Islam 37,9 % akan memilih pasangan Joko Widodo dan Basuki , sementara yang memilih Foke –Nara hanya 20,8% , Untuk Pasangan Hidayat –Didiek 14,8 % ,Pasangan Hendarji-Ahmad Riza 9,7% , Pasangan Faisal –Biem 7,5% dan Untuk Pasangan Alex Nurdin Nono 9,3%

7.    Dalam survey jelang  pemilihana Gubenur dan Wakil Gubenur DKI Jakarta dalam survey didapati bahwa Masyarakat DKI Jakarta yang beragama Khong Hu CHU   33,4 % akan memilih pasangan Joko Widodo dan Basuki , sementara yang memilih Foke –Nara hanya 37,8% , Untuk Pasangan Hidayat –Didiek 5,7 % ,Pasangan Hendarji-Ahmad Riza 7,5% , Pasangan Faisal –Biem 13,6% dan Untuk Pasangan Alex Nurdin Nono 22,1%

8.    Dalam survey jelang  pemilihan Gubenur dan Wakil Gubenur DKI Jakarta dalam survey didapati bahwa Masyarakat DKI Jakarta yang berjenis Kelamin wanita  33,8 % akan memilih pasangan Joko Widodo dan Basuki , sementara yang memilih Foke –Nara hanya 27,4% , Untuk Pasangan Hidayat –Didiek 7,8 % ,Pasangan Hendarji-Ahmad Riza 11,3% , Pasangan Faisal –Biem 8,4% dan Untuk Pasangan Alex Nurdin Nono 11,3%

9.    Dalam survey jelang  pemilihana Gubenur dan Wakil Gubenur DKI Jakarta dalam survey didapati bahwa Masyarakat DKI Jakarta yang berjenis Kelamin Pria   32,7 % akan memilih pasangan Joko Widodo dan Basuki , sementara yang memilih Foke –Nara hanya 29,3% , Untuk Pasangan Hidayat –Didiek 12,3% ,Pasangan Hendarji-Ahmad Riza 10,2% , Pasangan Faisal –Biem 5,7% dan Untuk Pasangan Alex Nurdin Nono 9,8%

10.    Dalam survey jelang  pemilihana Gubenur dan Wakil Gubenur DKI Jakarta dalam survey didapati bahwa Masyarakat DKI Jakarta yang berumur 50 tahun keatas   38,5 % akan memilih pasangan Joko Widodo dan Basuki , sementara yang memilih Foke –Nara hanya 19,8% , Untuk Pasangan Hidayat –Didiek 10,3 % ,Pasangan Hendarji-Ahmad Riza 10,4% , Pasangan Faisal –Biem 11,6% dan Untuk Pasangan Alex Nurdin Nono 9,4%

11.    Dalam survey jelang  pemilihana Gubenur dan Wakil Gubenur DKI Jakarta dalam survey didapati bahwa Masyarakat DKI Jakarta yang berumur 26  tahun samapai dengan 49 tahun maka   35,9 % akan memilih pasangan Joko Widodo dan Basuki , sementara yang memilih Foke –Nara hanya 21,8% , Untuk Pasangan Hidayat –Didiek 8,8 % ,Pasangan Hendarji-Ahmad Riza 12,9% , Pasangan Faisal –Biem 11,5% dan Untuk Pasangan Alex Nurdin Nono 9,1%

12.    Dalam survey jelang  pemilihan Gubenur dan Wakil Gubenur DKI Jakarta dalam survey didapati bahwa Masyarakat DKI Jakarta yang berumur 27 tahun sampai dengan 25  tahun maka   34,9 % akan memilih pasangan Joko Widodo dan Basuki , sementara yang memilih Foke –Nara hanya 17,28% , Untuk Pasangan Hidayat –Didiek 9,5 % ,Pasangan Hendarji-Ahmad Riza 11,6% , Pasangan Faisal –Biem 16,7% dan Untuk Pasangan Alex Nurdin Nono 10,7%.  



Biaya total survey INES tersebut Rp35 juta dibiayai oleh Federasi Serikat Pekerja BUMN Bersatu. INES mengunakan 82 surveyor untuk 82 kelurahan untuk tiga hari surveyor dibayar Rp 360 ribu. Yang mengelola data survey dan melakukan random check terdiri dari 10 orang. Mereka dibayar per orang Rp 300 ribu untuk dua hari kerja, sehingga ini membuktikan INES ingin menjadi lembaga yang benar benar non profit dalam menciptakan demokrasi yang bersih jujur dan bukan lembaga survey yang dibayar oleh parpol atau kandidat gubenur.

“Sebab sangat berbahaya sekali jika lembaga survey politik bertujuan mencari untung ,akhirnya akan menghasilkan pemimpin yang korup , disisi lain lembaga survey politik yang dibayar parpol atau sang calon gubenur or presiden secara tidak langsung telah melakukan indoktrinisasi lewat hasil survey yang menjadikan rakyat memilih calon gubenur atau presiden seperti membeli kucing dalam karung,” papar Sutisna. 

Apalagi, lanjutnya, jika hasil survey itu didukung pemberitaan media yang sangat kencang dan terus menerus diberitakan maka hasil survey politilk itu akan memyebabkan pengaruh terhadap masyarakat untuk memilih parpol atau calon kepala daerah. Hal ini dalam ilmu komunikasi disebut teori kultivasi komunikasi yaitu pemberitaan atau suatu tayangan hasil survey jika dapat mempengaruhi tingkah laku manusia,” tandas direktur eksekutif INES. 





Profile Demografi Responden Relatif 
Terhadap Populasi

Kategori
BPS  DKI Jakarta 2011
IDM
Gender
Laki -Laki
51,56%
62,7%
Perempuan
48,43%
37,3%
Agama
Islam
83%
90,8%
Khatolik
5,7%
3,4%
Kristen Protestan
6,2%
3,1%
Budha
3,5%
2,4%
Hindu
1,2%
0,3%
Suku Bangsa
Jawa
35,16%
38,7
Betawi
27,65%
22,1
Sunda
15,27%
20,7
Tionghoa
5,53%
3,2
Batak
3,61%
3,8
Minang
3,18%
1,7
Melayu
1,62%
0,9
Lain Lainnya
7,98%
8,9

Tingkat pendidikan
SD Kebawah
20%
10.7%
SLTP
15,9%
16,8%
SMA dan Sederajat
40.1%
50,9%
D3 dan S1
24%
21,6%

Lapangan Pekerjaan
Pertanian
1,97%
0.6%
Industri Pengolahan
14,08%
18,9%
Perdagangan, Restoran & Hotel
33,92%
42,2%
Jasa –jasa
25,93%
21,86%
Lainnya
24,10
16,44%

Bekerja /Pengangguran
Bekerja
89,28%
79,5%
Pengangguran
10,72%
20,5%
Status Pekerjaan
Buruh /Karyawan
64,68%
78,9%
Wiraswasta
17,05%
6,3%
Pekerja Bebas
18,27%
14,8%


*) IDMIndonesia Development Monitoring

Penulis: PN/Yudi Dwi Ardian
Sumber: PesatNews

0 komentar:

Poskan Komentar

Silahkan komentar membangun Anda disini !